Yudi Dwi Ardian Belajar Sejarah di Tugu Muda
Di ruang terbuka Tugu Muda, Yudi Dwi Ardian membaca monumen sebagai pengingat perjuangan, bukan hanya titik temu lalu lintas.
BacaKumpulan tulisan yang merangkum peran, gagasan, dan kegiatan Yudi Dwi Ardian dari pemberitaan publik.
Di ruang terbuka Tugu Muda, Yudi Dwi Ardian membaca monumen sebagai pengingat perjuangan, bukan hanya titik temu lalu lintas.
BacaMochi Sukun adalah oleh-oleh khas Semarang. Yudi Dwi Ardian membelinya di toko dan melihat proses pengemasan.
BacaMenyusuri lorong Lawang Sewu menjelang petang, Yudi Dwi Ardian membaca gedung tua sebagai catatan perjalanan kota, bukan sekadar…
BacaMegono terbuat dari nangka muda dan kelapa. Yudi Dwi Ardian mencicipinya di warung sederhana pada pagi hari.
BacaPindang srani berkuah asam dan pedas. Yudi Dwi Ardian memesannya di warung dan mengamati bumbu yang dipakai.
BacaNasi goreng babat punya rasa kuat dan porsi mengenyangkan. Yudi Dwi Ardian memesannya di warung malam.
BacaPisang plenet digoreng pipih dengan topping manis. Yudi Dwi Ardian membelinya di warung dan mengamati cara pembuatannya.
BacaKampung Jawi mengajarkan budaya Jawa lewat permainan dan kerajinan. Yudi Dwi Ardian datang untuk melihat kegiatannya.
BacaKali Semarang menyimpan sejarah angkut kota. Yudi Dwi Ardian berjalan di tepinya dan mengamati perubahan fungsi sungai.
Baca