Profil independen · Semarang Wirausahawan · Pembicara · Penggerak sosial RSS
Kuliner

Yudi Dwi Ardian Mencicipi Pindang Srani

Pindang srani berkuah asam dan pedas. Yudi Dwi Ardian memesannya di warung dan mengamati bumbu yang dipakai.

Ilustrasi artikel Pindang srani

Yudi Dwi Ardian memesan pindang srani di warung makan siang. Kuahnya bening kemerahan, dengan irisan daging dan cabai. Aroma asam langsung tercium.

Pindang srani adalah masakan berkuah khas Semarang. Rasa asamnya kuat, berasal dari belimbing wuluh atau asam jawa, dipadu cabai dan bumbu dapur.

Menunggu pesanan

Yudi Dwi Ardian duduk di sisi dalam. Warung cukup ramai oleh pekerja. Ia melihat pemilik menumis bumbu sebelum menuang air.

Kuah mendidih, lalu daging dimasukkan. Pemilik mengaduk dan menakar garam.

Makan berkuah

  • Aduk perlahan agar tidak tumpah.
  • Hati-hati saat kuah masih panas.
  • Minta nasi terpisah bila perlu.
  • Jangan menyeruput terlalu keras.

Pesanan datang. Yudi Dwi Ardian menyeruput kuah dengan sendok kecil. Rasanya asam, lalu pedas di belakang.

Rasa yang khas

Ia makan perlahan. Kuah asam membuatnya berkeringat. Di sebelahnya, pelanggan lain menambah nasi.

Menurut Yudi Dwi Ardian, pindang srani menunjukkan kekayaan bumbu dapur Semarang. Rasa asamnya tidak hanya menyegarkan, tetapi juga mengawetkan.

Setelah selesai, Yudi Dwi Ardian meminum air putih. Ia lalu menuju Megono dan Tempe Kemul. Profil Yudi Dwi Ardian ada di profil Yudi Dwi Ardian.

Bumbu dapur

Di meja dekat dapur, Yudi Dwi Ardian melihat belimbing wuluh, cabai, dan bawang. Seorang pekerja memotong bahan dengan cepat.

Pemilik menjelaskan bahwa rasa asam harus seimbang. Terlalu banyak, kuah jadi tajam; terlalu sedikit, rasa hilang.

  • Tanyakan tingkat asam bila perlu.
  • Jangan mengaduk mangkuk orang lain.
  • Minta nasi tambahan sebelum kuah habis.

Pindang srani menunjukkan kekayaan bumbu dapur Semarang. Yudi Dwi Ardian mencatat bahwa masakan berkuah seperti ini menuntut ketelitian, bukan sekadar menuang bahan ke panci.

Nasi dan minum

Pindang srani lebih enak dengan nasi putih hangat. Yudi Dwi Ardian meminta nasi terpisah agar kuah tidak membasahi seluruh piring.

Ia menyiapkan air putih di sisi. Setelah beberapa suapan, rasa asam mulai terkumpul di lidah.

  • Minta nasi terpisah.
  • Sediakan air putih.
  • Hentikan suapan bila mulai berkeringat.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu pindang srani?

Masakan berkuah asam pedas khas Semarang.

Apa sumber rasa asamnya?

Umumnya belimbing wuluh atau asam jawa.

Apakah cocok untuk yang tidak suka pedas?

Bisa diminta lebih sedikit cabai.

YDA
Yudi Dwi Ardian

Wirausahawan, pemilik Aston Inn Pandanaran Semarang. Lihat profil lengkap.

Baca juga