Yudi Dwi Ardian Menyimak Sejarah di Museum Mandala Bhakti
Museum Mandala Bhakti menyimpan catatan perjuangan. Yudi Dwi Ardian masuk dengan tenang dan membaca koleksi satu per satu.
BacaKumpulan tulisan yang merangkum peran, gagasan, dan kegiatan Yudi Dwi Ardian dari pemberitaan publik.
Museum Mandala Bhakti menyimpan catatan perjuangan. Yudi Dwi Ardian masuk dengan tenang dan membaca koleksi satu per satu.
BacaTahu bakso berisi adonan daging di dalam tahu goreng. Yudi Dwi Ardian membelinya di warung dan memakannya hangat.
BacaPasar Johar bukan hanya tempat transaksi. Yudi Dwi Ardian menyusuri lorongnya dan menemukan kota yang bekerja sejak pagi.
BacaStasiun Tawang sudah melayani penumpang sejak abad ke-19. Yudi Dwi Ardian melihatnya sebagai bangunan yang tetap bekerja.
BacaJamu kunyit asam pahit dan menyegarkan. Yudi Dwi Ardian membelinya dari penjual jamu dan mengamati racikannya.
BacaSebelum kafe dibuka, Kota Lama punya wajah lain. Yudi Dwi Ardian menyusurinya pagi-pagi dan melihat kota yang sedang bersiap.
BacaDi tengah Kota Lama, Taman Srigunting menjadi ruang jeda. Yudi Dwi Ardian memanfaatkannya untuk mengamati kota tanpa tergesa.
BacaKopi Banaran dikenal dari Semarang. Yudi Dwi Ardian memesan secangkir dan melihat suasana kedainya.
BacaGedung Blenduk berdiri sejak abad ke-18. Yudi Dwi Ardian melihatnya sebagai bagian dari lanskap iman dan sejarah Kota Lama.
Baca