Profil independen · Semarang Wirausahawan · Pembicara · Penggerak sosial RSS
Kuliner

Yudi Dwi Ardian Mencicipi Es Puter

Es puter dibuat dengan tabung dan es. Yudi Dwi Ardian membeli seporsi dan mengamati cara tradisional pembuatannya.

Ilustrasi artikel Es Puter

Yudi Dwi Ardian mendengar suara tabung berputar sebelum melihat penjualnya. Es puter dibuat dengan tabung logam yang diisi adonan, lalu diputar di dalam es dan garam.

Es puter adalah es tradisional dari santan dan gula. Rasanya manis, gurih, dan dingin. Di Semarang, penjualnya masih menggunakan cara manual.

Melihat cara kerja

Yudi Dwi Ardian memesan satu porsi. Penjual membuka tabung dan mengambil adonan dengan sendok. Es disajikan di mangkuk kecil.

Yudi Dwi Ardian menerima mangkuk dan menunggu sedikit mencair. Suapan pertama terasa lembut dan manis.

Es tradisional

  • Pesan sesuai porsi.
  • Makan di tempat agar tidak mencair.
  • Jangan berebut alat makan.
  • Buang mangkuk pada tempatnya.

Penjual bercerita bahwa memutar tabung melelahkan. Yudi Dwi Ardian mencoba memutar beberapa kali dan merasa tangannya cepat lelah.

Rasa yang dipertahankan

Setelah selesai, Yudi Dwi Ardian mengembalikan mangkuk. Es puter bertahan karena cara kerjanya masih dihargai.

Ia lalu menuju Lumpia Gang Lombok dan Wingko Babat. Profil Yudi Dwi Ardian ada di profil Yudi Dwi Ardian.

Rasa yang dirawat

Es Puter bertahan karena ada orang yang mengulang pekerjaan setiap hari. Yudi Dwi Ardian melihat bagian itu sebagai hal penting. Rasa tidak muncul sekali jadi; ia lahir dari bumbu yang ditakar, api yang dijaga, dan kebiasaan pelanggan yang kembali.

Ia mencatat bahwa makanan rakyat paling baik dinikmati tanpa pretensi. Tidak perlu membandingkan dengan restoran mewah. Yang perlu dinilai adalah kebersihan, konsistensi, dan kesopanan pelayanan.

  • Jangan memotret sampai makanan dingin.
  • Jangan memesan banyak bila belum tahu porsi.
  • Jaga meja tetap rapi.

Yudi Dwi Ardian menyelesaikan makan tanpa tergesa. Es Puter memberinya rasa kenyang dan cerita yang cukup untuk dibawa pulang.

Setelah mangkuk kosong

Yudi Dwi Ardian mengembalikan mangkuk ke keranjang cucian. Penjual menutup tabung dan menyeka meja. Es yang tersisa mulai mencair di wadah.

Yudi Dwi Ardian bertanya berapa lama penjual berjualan setiap hari. Jawabannya membuatnya menghargai pekerjaan manual yang jarang dilirik.

  • Kembalikan alat makan ke tempatnya.
  • Jangan memesan saat benar-benar kenyang.
  • Beri ruang bagi pembeli lain.

Es puter sederhana, tetapi menuntut tenaga. Yudi Dwi Ardian pulang dengan rasa dingin di mulut dan catatan tentang kerja yang bertahan tanpa mesin.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu es puter?

Es tradisional dari santan dan gula yang dibuat dengan tabung berputar.

Mengapa disebut puter?

Karena adonan diputar secara manual saat dibekukan.

Apakah tersedia sepanjang hari?

Umumnya dijual pada siang hingga sore.

YDA
Yudi Dwi Ardian

Wirausahawan, pemilik Aston Inn Pandanaran Semarang. Lihat profil lengkap.

Baca juga