Teamworks Makes Success: Pelajaran Kepemimpinan dari Lima Tahun Aston Inn
Tema ulang tahun kelima Aston Inn Pandanaran menegaskan sesuatu yang sering dilupakan: keberhasilan adalah kerja bersama.
Pada 7 Desember 2022, Aston Inn Pandanaran Semarang merayakan usia kelima. Acara digelar di 40lane cafe dengan tema “Teamworks Makes Success”. Yudi Dwi Ardian hadir sebagai pemilik dan ikut berbicara di depan manajemen serta staf.
Pemilihan tema itu bukan kebetulan. Di baliknya ada cara pandang tentang kepemimpinan yang layak dicatat.
Keberhasilan bukan milik satu orang
Hotel tidak berjalan karena satu pemilik. Ada resepsionis yang menerima tamu, koki yang menjaga rasa, housekeeping yang merapikan kamar, dan teknisi yang memastikan fasilitas bekerja. Tema “Teamworks Makes Success” mengakui peran semua pihak.
Dalam acara itu, manajemen memberikan penghargaan kepada karyawan terbaik dan supervisor terbaik. Apresiasi diberikan di depan rekan-rekan mereka, bukan lewat pesan internal yang tidak terlihat.
Pemilik yang hadir
Yudi termasuk pemilik yang hadir dalam momen internal. Ia menyampaikan sambutan, mendampingi pemotongan tumpeng, dan memimpin doa bersama sebelum acara inti.
Kehadiran semacam ini sederhana, tetapi berdampak. Karyawan melihat bahwa pemilik tidak hanya muncul saat rapat anggaran. Ia ada ketika tim merayakan something yang mereka bangun bersama.
Prestasi sebagai hasil kolektif
Dalam rilis yang dikutip sejumlah media, hotel mencatat berbagai pencapaian: juara pertama Black Box Cooking Competition, Archipelago Culinary Competition, dan Best Revenue Achievement vs Budget 2018 untuk Food & Beverage di antara 136+ hotel Archipelago di Indonesia dan Malaysia.
Pada 2021, hotel menerima Gold Circle Award dari Agoda. Pada 2022, hotel mencatat pendapatan tertinggi sejak berdiri. Semua capaian itu disebut sebagai hasil kerja karyawan.
Sisi lain dari pemimpin
Kepemimpinan sering dibahas lewat visi besar. Padahal, hal-hal kecil seperti menyebut nama tim, memberi penghargaan, dan hadir di acara bersama juga menentukan iklim kerja.
Yudi tidak tampil sebagai pembicara utama dalam acara itu. Porsi terbesar diberikan kepada manajemen. Namun ia berada di barisan depan, memberi legitimasi bahwa kerja tim memang dihargai.
Pelajaran yang bisa dibawa
Dari perayaan itu, ada beberapa pelajaran yang berlaku di organisasi mana pun:
- Rayakan pencapaian bersama, bukan hanya hasil akhir.
- Sebut nama orang yang berkontribusi.
- Hadir pada momen internal, bukan hanya acara publik.
- Hubungkan target dengan kerja nyata di lapangan.
- Jaga doa dan rasa syukur sebagai bagian dari budaya.
Setelah lima tahun
Usia lima tahun bukan waktu yang panjang, tetapi cukup untuk membentuk budaya. Tema yang dipilih menunjukkan budaya yang ingin dibangun: kolaborasi, bukan kompetisi internal yang saling mengalahkan.
Kepemimpinan, pada akhirnya, diuji oleh hal-hal yang tidak terlihat di laporan keuangan. Cara sebuah tim merasa dihargai adalah salah satunya.