Profil independen · Semarang Wirausahawan · Pembicara · Penggerak sosial RSS
Olahraga & Wisata

Specta EMTB Adventure Race 2024: Yudi Dwi Ardian dan Sport Tourism Semarang

Event sepeda listrik gunung di Hutan Tinjomoyo menghadirkan peserta mancanegara. Yudi Dwi Ardian menyebutnya sebagai cara memperkenalkan Semarang.

Specta EMTB Adventure Race 2024: Yudi Dwi Ardian dan Sport Tourism Semarang

Pada 17 Agustus 2024, Hutan Tinjomoyo di Semarang bukan hanya menjadi lokasi upacara. Kawasan itu dipakai untuk Specta EMTB Adventure-Race 2024, ajang balap sepeda listrik gunung yang baru pertama kali digelar.

Yudi Dwi Ardian disebut sebagai penyelenggara. Ia hadir di lokasi dan berbicara kepada media tentang tujuan event.

“Kita ingin memperkenalkan Semarang bukan hanya panas saja, tapi juga ada hiburan seperti di sini. Suasananya dingin.”

Apa itu EMTB

EMTB adalah singkatan dari electric mountain bike, sepeda gunung dengan motor bantuan listrik. Jenis ini sempat dianggap hanya untuk orang yang kehabisan tenaga, tetapi kini dipakai juga oleh pesepeda muda dan master.

Event digelar dalam beberapa kelas, termasuk Elite dan Master. Total peserta mencapai 60 orang untuk kategori adventure dan race. Peserta datang dari berbagai daerah, bahkan dari Belanda, Denmark, Swiss, dan Bolivia.

Semarang sebagai destinasi

Selama ini Semarang lebih dikenal dengan wisata kuliner dan kota lama. Event olahraga di hutan memberi wajah lain: kota dengan jalur alam yang menantang.

Yudi Dwi Ardian menyebut Hutan Tinjomoyo punya suasana dingin dan trek yang layak dikembangkan. Peserta dari tim Orbea Indonesia, Sugeng Bahagia, menilai trek itu “E-bike banget” dan berharap event serupa digelar lagi.

Kerja sama lintas pihak

Event sebesar itu tidak mungkin dikerjakan satu orang. Ada pemerintah provinsi melalui program Specta, pengelola kawasan, komunitas sepeda, sponsor, dan peserta. Yudi Dwi Ardian berperan sebagai penggerak.

Kolaborasi semacam ini memperlihatkan bahwa pemilik hotel bisa mengambil peran di luar bidang utamanya. Hotel tidak hanya menyediakan kamar, tetapi ikut menciptakan alasan orang datang ke kota.

Dampak ekonomi

Peserta dan pendamping membutuhkan penginapan, makan, dan transportasi. Event olahraga mendatangkan wisatawan dengan karakter berbeda: mereka datang untuk trek, bukan untuk berfoto di bangunan bersejarah.

Dampaknya mungkin tidak besar dalam satu kali acara. Namun bila berulang, ia bisa membentuk citra kota sebagai tujuan olahraga.

Tantangan

Event alam punya risiko: cuaca, keselamatan peserta, dan kesiapan jalur. Penyelenggara perlu memastikan standard keselamatan, terutama untuk kelas cepat.

Yudi Dwi Ardian menyebut event ini sebagai langkah awal. Ia berharap kawasan terus dikembangkan. Harapan itu masuk akal bila ada evaluasi dan perbaikan tiap tahun.

Lebih dari balapan

Di balik garis start, ada gagasan yang lebih luas: kota tidak hanya dijual lewat iklan, tetapi lewat pengalaman. Event menjadi cara memperkenalkan potensi yang selama ini kurang terlihat.

Bagi Yudi Dwi Ardian, ini sejalan dengan prinsip silaturahmi dan sedekah: menghadirkan orang, merawat hubungan, dan memberi manfaat pada lingkungan. Semarang mendapat panggung, peserta mendapat pengalaman, dan warga mendapat kegiatan.

YDA
Yudi Dwi Ardian

Wirausahawan, pemilik Aston Inn Pandanaran Semarang. Lihat profil lengkap.

Baca juga