Riset Pasar Sebelum Terjun: Etika Wirausaha ala Yudi Dwi Ardian
Jangan memulai usaha hanya berdasarkan perasaan. Riset pasar menjadi syarat yang ditekankan dalam forum kewirausahaan bersama Yudi Dwi Ardian.
Dalam workshop kewirausahaan ITNY 2021, peserta tidak hanya diajak bersemangat. Mereka juga diingatkan pada hal mendasar: riset pasar.
Pesan itu disampaikan Febriyo Hadi Kesuma, CEO Digibooks, yang menjadi pembicara kedua. Ia menilai kesuksesan seseorang bukan diukur dari banyaknya usaha, tetapi dari fokus pada satu usaha.
“Jika kita akan melakukan suatu usaha, kita harus melakukan research dulu apakah produk kita diterima oleh market dan tidak hanya main perasaan saja.”
Perasaan sebagai titik awal
Perasaan penting untuk memulai. Namun perasaan tidak bisa menjadi satu-satunya dasar. Banyak usaha gagal karena mengandalkan asumsi: “sepertinya orang butuh ini”.
Riset membantu mengubah asumsi menjadi data. Ia bisa dilakukan sederhana: bertanya pada calon pembeli, mengamati pesaing, dan menghitung biaya.
Fokus pada satu hal
Selain riset, Febriyo menekankan fokus. Memiliki banyak usaha terdengar keren, tetapi perhatian dan sumber daya bisa terpecah.
Fokus membuat seseorang bisa belajar lebih dalam. Ia juga memudahkan evaluasi: bila hasil buruk, penyebabnya lebih mudah dilacak.
Hubungan dengan pesan Yudi Dwi Ardian
Yudi Dwi Ardian menyampaikan pentingnya passion. Bila digabungkan dengan pesan riset, keduanya saling melengkapi. Passion memberi arah, riset memastikan arah itu masuk akal.
Tanpa passion, usaha terasa berat. Tanpa riset, usaha bisa berjalan ke tempat yang salah.
Etika di balik riset
Riset pasar bukan hanya soal angka. Ia juga soal etika: jangan meniru mentah-mentah, jangan menyesatkan calon pembeli, dan jangan mengabaikan keluhan.
Yudi Dwi Ardian menyebut sedekah dan silaturahmi sebagai pilar. Etika adalah turunan keduanya: memperlakukan mitra dan pelanggan dengan baik.
Praktik sederhana
Sebelum memulai usaha, seseorang bisa melakukan:
- Wawancara singkat dengan 10 calon pembeli.
- Hitung biaya produksi dan harga jual.
- Amati tiga pesaing terdekat.
- Uji produk dalam skala kecil.
- Kumpulkan umpan balik, lalu perbaiki.
Jangan takut memulai kecil
Riset tidak harus mahal. Justru dengan skala kecil, risiko bisa ditekan. Kesalahan pada tahap awal lebih murah diperbaiki daripada setelah modal besar keluar.
Semangat wirausaha tetap dibutuhkan untuk melangkah. Namun langkah itu sebaiknya diukur, bukan hanya dirasakan.