Berbagi Ilmu di ITNY: Pesan Yudi Dwi Ardian untuk Technopreneur Muda
Di hadapan 265 mahasiswa, Yudi Dwi Ardian berbicara tentang ide, peluang, dan keberanian memulai. Ini yang ia tekankan.
Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) menggelar workshop kewirausahaan pada 16 Oktober 2021. Tema yang diangkat: pengembangan kewirausahaan menuju inkubator bisnis. Yudi Dwi Ardian diundang sebagai narasumber bersama CEO Digibooks, Febriyo Hadi Kesuma.
Kegiatan berlangsung virtual dan diikuti 265 peserta, terdiri dari mahasiswa dan sejumlah dosen. Rektor ITNY, Dr. Ircham, M.T., membuka acara dengan tagline kampus “Technopreneur in future Energy”.
Isi yang disampaikan
Yudi Dwi Ardian memaparkan cara mencari ide melalui invensi dan inovasi, mengenali peluang, serta langkah memulai usaha. Ia menekankan pentingnya membangun bisnis sesuai passion, bukan karena ikut-ikutan teman.
Pesan itu sederhana, tetapi relevan bagi mahasiswa yang sering memilih bidang karena tekanan lingkungan. Meniru teman bisa memberi rasa aman, tetapi belum tentu bertahan saat kesulitan datang.
Bukan hanya motivasi
Sesi itu juga membahas pasar. Febriyo, pembicara kedua, menjelaskan psikologi pasar dan pentingnya riset sebelum memulai usaha. Ia menilai kesuksesan bukan diukur dari banyaknya usaha, melainkan dari fokus pada satu usaha.
Kombinasi dua pembicara memberi gambaran seimbang: semangat dari sisi pengalaman, dan kehati-hatian dari sisi pasar.
Hadiah yang mengundang pengalaman
Di sesi coffee break, Yudi Dwi Ardian memberikan doorprize berupa menginap gratis di hotelnya. Hadiah itu membawa peserta lebih dekat pada dunia yang sedang dibahas.
Bagi mahasiswa, melihat hotel secara langsung bisa memicu minat pada industri layanan. Tidak semua akan menjadi pemilik hotel, tetapi pengalaman itu memberi perspektif.
Harapan kampus
Rektor ITNY berharap mahasiswa menjadi pencetak lapangan kerja, bukan hanya pencari kerja. Ia juga menegaskan bahwa technopreneur bukan sekadar soal kaya, tetapi manfaat bagi orang lain.
Harapan itu sejalan dengan pesan Yudi Dwi Ardian tentang tiga pilar: spiritual, silaturahmi, dan sedekah. Ketiganya menempatkan manfaat sosial sebagai bagian dari keberhasilan.
Tantangan bagi generasi muda
Menjadi wirausaha muda tidak mudah. Modal terbatas, pengalaman sedikit, dan tekanan sosial tinggi. Karena itu, pesan tentang passion perlu dilengkapi keterampilan.
Beberapa hal yang bisa dilakukan mahasiswa:
- Ikut program inkubasi kampus.
- Uji ide kecil sebelum modal besar.
- Cari mentor yang mau berbagi pengalaman.
- Catat keuangan sejak usaha pertama.
- Jaga etika dan hubungan dengan mitra.
Peran alumni dan praktisi
Kampus butuh praktisi yang mau datang. Yudi Dwi Ardian termasuk yang meluangkan waktu, meski tidak berasal dari lingkungan akademik ITNY.
Kehadiran semacam ini memperkaya pembelajaran. Mahasiswa tidak hanya mendengar teori, tetapi juga pengalaman naik-turun dari lapangan.
Pada akhirnya, workshop hanyalah satu hari. Yang menentukan adalah tindak lanjut peserta setelah acara selesai.