Dari Passion ke Bisnis: Cara Yudi Dwi Ardian Membangun Usaha
Passion saja tidak menghasilkan uang, tetapi bisa membuka peluang. Begini cara Yudi Dwi Ardian menerjemahkan minat menjadi usaha yang berjalan.
Banyak orang menunggu passion datang sebelum memulai usaha. Yudi Dwi Ardian melihat urutannya berbeda: passion bukan jaminan pendapatan, tetapi bisa menjadi pintu masuk menuju peluang.
Pandangan itu ia sampaikan dalam workshop kewirausahaan di Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) pada 16 Oktober 2021. Forum itu diikuti 265 mahasiswa dan dosen, mengangkat tema pengembangan kewirausahaan menuju inkubator bisnis.
Passion sebagai titik awal, bukan akhir
Menurut Yudi, bisnis yang dibangun hanya karena mengikuti teman cenderung cepat berhenti. Ia mendorong peserta mencari bidang yang benar-benar menarik bagi diri sendiri, lalu mengujinya dengan pasar.
“Passion belum tentu menjadi income. Tapi bisa menciptakan peluang untuk memperoleh income.”
Kalimat itu bukan berarti passion otomatis mendatangkan uang. Ada jarak yang harus dijembatani: riset, eksekusi, dan ketekunan. Passion memberi energi untuk melewati jarak tersebut.
Tiga pilar di balik keputusan
Yudi menyebut tiga pilar dalam keberhasilannya: mengejar spiritual, menjaga silaturahmi, dan bersedekah. Ketiganya bukan strategi bisnis dalam arti sempit, tetapi berpengaruh pada cara mengambil keputusan.
Spiritual menjadi penopang ketika hasil tidak sesuai harapan. Silaturahmi membuka jaringan dan informasi. Sedekah menjaga kepekaan terhadap orang lain. Di atas semuanya, ia menekankan sikap rendah hati.
Belajar dari lapangan
Dalam sesi itu, Yudi tidak hanya berbicara tentang motivasi. Ia memaparkan cara mencari ide melalui invensi dan inovasi, mengenali peluang, serta langkah memulai usaha. Pengalaman nyata di industri perhotelan menjadi bahan contoh.
Peserta juga mendapat doorprize menginap di hotel yang ia kelola. Hadiah itu bukan sekadar hiburan; ia menjadi undangan untuk melihat langsung bagaimana sebuah bisnis layanan dijalankan.
Yang bisa ditiru
Dari paparan tersebut, ada beberapa hal yang bisa diambil tanpa harus meniru bidang usahanya:
- Mulai dari minat yang benar-benar dipahami, bukan tren sesaat.
- Uji ide dengan pasar sebelum mengeluarkan modal besar.
- Bangun hubungan jangka panjang, bukan transaksi sekali jadi.
- Sisihkan sebagian hasil untuk memberi manfaat.
- Jaga kerendahan hati agar tidak cepat puas.
Bisnis bukan lomba kecepatan
Yudi juga menyiratkan bahwa membangun usaha adalah proses panjang. Dalam beberapa kesempatan, ia lebih menonjolkan kerja tim dan hubungan antarmanusia daripada capaian pribadi.
Cara pandang ini tidak menghapus pentingnya laba. Hotel tetap harus sehat secara finansial. Namun laba diposisikan sebagai hasil dari layanan yang baik, tim yang solid, dan kepercayaan publik, bukan tujuan tunggal.
Bagi mahasiswa yang baru mulai, pesannya cukup jelas: passion membuka pintu, tetapi disiplin dan pembelajaran yang menentukan seberapa jauh pintu itu bisa dibuka.