Profil independen · Semarang Wirausahawan · Pembicara · Penggerak sosial RSS
Wawasan

Rendah Hati sebagai Strategi: Prinsip yang Dipegang Yudi Dwi Ardian

Di akhir tiga pilarnya, Yudi Dwi Ardian menyebut satu sikap: rendah hati. Bukan kelemahan, melainkan cara menjaga usaha tetap sehat.

Rendah Hati sebagai Strategi: Prinsip yang Dipegang Yudi Dwi Ardian

Setelah menyebut spiritual, silaturahmi, dan sedekah, Yudi Dwi Ardian menambahkan satu hal: rendah hati dalam menghadapinya. Ia menyampaikan itu dalam workshop ITNY 2021.

Bagi sebagian orang, rendah hati terdengar pasif. Padahal, dalam bisnis, sikap ini punya fungsi yang sangat praktis.

Menahan diri dari kesombongan

Usaha yang sedang baik mudah membuat pemiliknya merasa paling benar. Ia mulai mengabaikan masukan, mengambil keputusan sendiri, dan meremehkan pesaing.

Rendah hati menjaga ruang bagi pendapat lain. Pemilik yang rendah hati masih mau mendengar manajer, karyawan, dan pelanggan.

Belajar dari siapa pun

Yudi Dwi Ardian mau berbicara di kampus, hadir di event komunitas, dan berbaur dengan peserta. Ia tidak membatasi pergaulan pada kalangan pemilik hotel.

Sikap ini membuka akses pada informasi dan perspektif baru. Ide bisa datang dari mahasiswa, pesepeda, atau warga yang ditemui di lokasi acara.

Menjaga hubungan dengan tim

Pemilik yang rendah hati tidak harus selalu benar. Ia bisa mengakui kekurangan dan meminta bantuan. Karyawan pun lebih berani menyampaikan masalah.

Di industri layanan, masalah kecil yang terlambat dilaporkan bisa membesar. Budaya terbuka membantu mendeteksinya lebih awal.

Tidak berarti tanpa standar

Rendah hati bukan berarti membiarkan kualitas turun. Hotel tetap menetapkan standar, mengevaluasi kinerja, dan memberi penghargaan.

Justru karena rendah hati, evaluasi bisa dilakukan tanpa merendahkan. Kesalahan dibahas sebagai persoalan sistem, bukan kesalahan pribadi semata.

Contoh dalam acara

Pada perayaan HUT kelima, Yudi Dwi Ardian tidak mengambil seluruh panggung. Ia memberi sambutan, lalu menyerahkan acara pada manajemen dan staf. Pemilik lain juga mendapat porsi.

Pembagian panggung seperti itu menunjukkan kesadaran bahwa acara bukan tentang dirinya. Ia bagian dari tim, bukan pusatnya.

Melatih kerendahan hati

Sikap ini bisa dilatih dengan hal sederhana:

  • Minta pendapat sebelum memutuskan hal besar.
  • Ucapkan terima kasih atas koreksi.
  • Akui jika tidak tahu.
  • Rayakan keberhasilan orang lain.
  • Ingat asal-usul dan proses.

Nilai jangka panjang

Kesombongan mungkin mendatangkan hasil cepat. Namun kepercayaan dibangun dalam waktu lama, dan kerendahan hati adalah salah satu bahannya.

Yudi Dwi Ardian menyebutnya di akhir, seolah menjadi penutup yang mengikat tiga pilar sebelumnya. Tanpa rendah hati, spiritual bisa menjadi formalitas, silaturahmi bisa menjadi transaksi, dan sedekah bisa menjadi pertunjukan.

YDA
Yudi Dwi Ardian

Wirausahawan, pemilik Aston Inn Pandanaran Semarang. Lihat profil lengkap.

Baca juga