Profil independen · Semarang Wirausahawan · Pembicara · Penggerak sosial RSS
Wawasan

Menjual Semarang, Bukan Sekadar Kamar Hotel

Hotel bisa menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan kota. Yudi Dwi Ardian memilih bercerita tentang Semarang, bukan hanya tentang kamar.

Menjual Semarang, Bukan Sekadar Kamar Hotel

Dalam pemasaran hotel, kamar biasanya menjadi bintang utama. Foto kasur, kolam, dan sarapan ditampilkan berulang. Yudi Dwi Ardian mengambil sudut lain: menjual kota tempat hotel berdiri.

Saat menjadi penyelenggara Specta EMTB Adventure Race 2024, ia tidak berbicara tentang harga kamar. Ia berbicara tentang Hutan Tinjomoyo yang dingin, tentang peserta mancanegara, dan tentang Semarang yang punya hiburan selain cuaca panas.

Kota sebagai produk

Wisatawan tidak datang hanya untuk tidur. Mereka datang untuk pengalaman: kuliner, sejarah, alam, atau event. Hotel yang memahami hal ini bisa menjadi bagian dari ekosistem, bukan sekadar tempat singgah.

Dengan mendukung event, hotel ikut menciptakan alasan orang berkunjung. Kamar terisi sebagai konsekuensi, bukan sebagai pesan utama.

Kebanggaan lokal

Yudi Dwi Ardian menyebut Semarang dengan cara yang menunjukkan kedekatan. Ia tidak mengeluh tentang panas, tetapi menawarkan alternatif: hutan yang sejuk dan trek yang menantang.

Cara bercerita seperti ini penting. Kota yang diperkenalkan oleh warganya sendiri terasa lebih autentik daripada iklan yang dibuat jauh dari lokasi.

Peran pelaku usaha

Pelaku usaha punya sumber daya: jaringan, tempat, dan modal. Bila dipakai untuk kegiatan publik, dampaknya bisa lebih luas daripada promosi internal.

Tentu ada kepentingan bisnis di baliknya. Namun kepentingan itu sejalan dengan promosi kota. Inilah yang disebut kepentingan bersama.

Risiko

Menggelar event tidak selalu mulus. Ada biaya, izin, dan risiko reputasi. Kegagalan mengelola bisa merusak citra, bukan hanya merugikan peserta.

Karena itu, event perlu perencanaan serius. Antusiasme saja tidak cukup. Di sinilah pengalaman berorganisasi dan kerja sama dengan pihak berwenang menjadi penting.

Pelajaran untuk kota lain

Pola yang bisa diambil:

  • Kenali aset lokal yang belum banyak dikenal.
  • Gandeng komunitas yang relevan.
  • Libatkan pemerintah dan sponsor.
  • Bangun narasi yang jujur, bukan berlebihan.
  • Evaluasi dampak sebelum mengulang.

Semarang yang lebih luas

Semarang punya banyak cerita: kota lama, kuliner, seni, dan alam. Setiap cerita butuh penggerak. Yudi Dwi Ardian memilih satu cerita di hutan, dengan sepeda sebagai alat.

Bila semakin banyak pelaku usaha mengambil peran serupa, citra kota bisa berubah. Bukan lagi kota yang hanya dilewati, tetapi kota yang punya alasan untuk dikunjungi.

YDA
Yudi Dwi Ardian

Wirausahawan, pemilik Aston Inn Pandanaran Semarang. Lihat profil lengkap.

Baca juga