Profil independen · Semarang Wirausahawan · Pembicara · Penggerak sosial RSS
Budaya & Sejarah

Yudi Dwi Ardian Berhenti di Vihara Tanah Putih

Vihara Tanah Putih menjadi tempat ibadah dan perawatan orang tua. Yudi Dwi Ardian masuk untuk melihat arsitektur dan kegiatannya.

Ilustrasi artikel Vihara Tanah Putih

Yudi Dwi Ardian menaiki jalan menuju Vihara Tanah Putih pada pagi hari. Gapura merah dan atap bergaya Tionghoa terlihat dari jauh. Beberapa orang membawa dupa.

Vihara ini dikenal di Semarang, bukan hanya sebagai tempat ibadah tetapi juga karena kegiatan sosialnya. Di lingkungannya ada panti werdha yang dirawat pengurus.

Naik dengan pelan

Yudi Dwi Ardian berjalan menanjak. Tangga dan jalan sempit membuatnya menjaga langkah. Di sisi kiri, beberapa penghuni panti duduk di kursi roda, ditemani perawat.

Ia masuk ke area altar setelah melepas topi. Dupa menyala di beberapa titik. Suasana hening, hanya terdengar suara doa pelan.

Adab di vihara

  • Berpakaian sopan dan menutup bahu.
  • Jangan memotret tepat di depan orang berdoa.
  • Jaga suara rendah.
  • Ikuti petunjuk pengurus.

Yudi Dwi Ardian duduk di sisi belakang. Ia melihat patung dan ornamen kayu. Menurutnya, vihara tua menyimpan keterampilan ukir yang jarang ditemukan sekarang.

Ibadah dan rawat

Seorang pengurus menjelaskan bahwa perawatan bangunan dilakukan bertahap. Dana berasal dari umat dan kegiatan vihara.

Yudi Dwi Ardian menilai tempat ini bekerja pada dua arah: merawat ibadah dan merawat orang. Keduanya berjalan dalam satu kompleks.

Sebelum turun, ia melihat halaman dan pepohonan. Ia lalu menuju Klenteng Tay Kak Sie dan Museum Jamu Jago. Profil Yudi Dwi Ardian ada di profil Yudi Dwi Ardian.

Panti di sisi vihara

Di sisi kiri kompleks, Yudi Dwi Ardian melihat ruang terbuka dengan kursi roda. Seorang perawat menemani penghuni panti berjemur. Mereka berbincang pelan.

Yudi Dwi Ardian menyapa dan bertanya sejak kapan panti itu beroperasi. Perawat menjawab singkat, lalu kembali menemani.

  • Beri ruang bagi penghuni panti.
  • Jangan memotret wajah tanpa izin.
  • Jaga suara di area istirahat.

Menurut Yudi Dwi Ardian, vihara ini bekerja pada dua arah: merawat ibadah dan merawat usia. Keduanya membutuhkan ketekunan harian yang jarang terlihat pengunjung. Ia pulang dengan catatan tentang perawatan, bukan hanya tentang arsitektur.

Pertanyaan yang sering diajukan

Di mana Vihara Tanah Putih?

Di Semarang, di kawasan perbukitan dekat pusat kota.

Apa yang khas dari vihara ini?

Arsitektur Tionghoa dan kegiatan sosial berupa panti werdha.

Apakah wisatawan boleh masuk?

Boleh, dengan menghormati ibadah dan penghuni panti.

YDA
Yudi Dwi Ardian

Wirausahawan, pemilik Aston Inn Pandanaran Semarang. Lihat profil lengkap.

Baca juga