Yudi Dwi Ardian Melihat Batik di Kampung Sekayu
Kampung Sekayu tumbuh sebagai sentra batik Semarang. Yudi Dwi Ardian datang untuk melihat motif, warna, dan kerja perajin.
Yudi Dwi Ardian masuk ke Kampung Sekayu pada pagi hari. Gang sempit itu diapit rumah dan kios. Di beberapa teras, kain dijemur dengan warna cerah. Aroma lilin batik tercium samar.
Sekayu dikenal sebagai kampung batik di Semarang. Motifnya banyak mengambil bentuk pesisir: ikan, udang, tumbuhan air, dan warna yang berani. Kampung ini juga menyimpan cerita tentang usaha warga yang bertahan.
Melihat proses
Yudi Dwi Ardian berhenti di depan salah satu rumah produksi setelah meminta izin. Seorang perajin sedang menorehkan lilin panas ke kain. Gerak tangannya cepat dan terukur.
Ia memperhatikan canting yang dipegang seperti pena. Menurut perajin, satu kain bisa memakan waktu berhari-hari. Yudi Dwi Ardian tidak banyak bertanya saat tangan itu bekerja.
Warna dari pesisir
Di sisi lain ruangan, kain-kain selesai diwarnai digantung. Warnanya biru, merah, dan hijau. Beberapa motif menggambarkan biota laut yang jarang muncul di batik pedalaman.
- Minta izin sebelum masuk rumah produksi.
- Jangan menyentuh kain yang masih basah.
- Tanyakan sebelum memotret perajin.
- Beli langsung bila ingin mendukung.
Perajin bercerita bahwa pemasaran kini lebih banyak lewat pesanan dan pameran. Pandemi dan perubahan selera sempat menekan usaha. Namun ia tetap membatik karena keterampilan itu sudah lama dipegang keluarga.
Keterampilan yang dirawat
Yudi Dwi Ardian menilai batik Sekayu bukan hanya produk, melainkan pengetahuan yang diwariskan. Motif pesisir membuatnya berbeda dari batik Solo atau Yogyakarta; ia menandai kota yang tumbuh dari pelabuhan.
Sebelum pergi, ia membeli selembar kain kecil. Ia lalu berjalan menuju Makam Ki Ageng Pandanaran dan Kawasan Kauman. Profil Yudi Dwi Ardian ada di profil Yudi Dwi Ardian.
Motif yang disimpan
Di salah satu rumah, Yudi Dwi Ardian melihat buku pola berisi sketsa motif. Beberapa di antaranya menggambarkan udang, rumput laut, dan perahu. Perajin menyebut motif itu sebagai penanda kampung pesisir.
Menurut perajin, motif tidak boleh dibuat sembarangan. Ada cerita di baliknya, meski tidak semua tercatat rapi. Generasi muda kini lebih banyak membuat pola baru.
- Catat nama motif yang ditemukan.
- Tanyakan maknanya kepada perajin.
- Jangan menyalin pola tanpa izin.
Yudi Dwi Ardian menutup buku pola dengan hati-hati. Ia menyadari bahwa batik bukan hanya soal warna, tetapi juga ingatan tentang kampung yang hidup dari laut. Keterampilan itu perlu pembeli, bukan hanya kunjungan singkat.
Pertanyaan yang sering diajukan
Di mana Kampung Sekayu?
Di Semarang Tengah, dekat kawasan Kauman.
Apa yang khas dari batik Sekayu?
Motif pesisir seperti ikan dan tumbuhan air dengan warna berani.
Apakah wisatawan boleh masuk?
Boleh, dengan izin perajin dan menjaga kebersihan.