Yudi Dwi Ardian Melihat Gereja Katedral Semarang
Gereja Katedral Semarang berdiri di kawasan bersejarah. Yudi Dwi Ardian mengamati arsitekturnya dari halaman.
BacaJejak budaya, bangunan lama, dan ruang belajar kota.
Gereja Katedral Semarang berdiri di kawasan bersejarah. Yudi Dwi Ardian mengamati arsitekturnya dari halaman.
BacaMasjid Agung Semarang berdiri dekat alun-alun kota. Yudi Dwi Ardian datang untuk salat dan mengamati bangunannya.
BacaDi Gang Lombok, Klenteng Tay Kak Sie menjadi bagian dari kehidupan lama Semarang. Yudi Dwi Ardian masuk dengan langkah pelan.
BacaSam Poo Kong menyimpan kisah pelayaran dan perdagangan. Yudi Dwi Ardian menyusuri kompleksnya dengan rasa ingin tahu.
BacaVihara Buddhagaya Watugong berdiri di kaki bukit. Yudi Dwi Ardian datang untuk melihat arsitektur dan merasakan ketenangannya.
BacaTaman Budaya Raden Saleh menjadi panggung bagi seni pertunjukan Semarang. Yudi Dwi Ardian datang untuk menonton dan belajar.
BacaGaleri seni di Kota Lama membuka ruang bagi karya kontemporer. Yudi Dwi Ardian masuk untuk melihat, bukan sekadar melintas.
BacaMuseum kecil di Kota Lama menyimpan foto dan cerita tentang perubahan kawasan. Yudi Dwi Ardian datang untuk memahami, bukan…
BacaMuseum Ronggowarsito menyimpan koleksi budaya Jawa Tengah. Yudi Dwi Ardian datang untuk melihat, membaca, dan mencatat.
Baca