Yudi Dwi Ardian Mengamati Arsitektur Art Deco
Semarang punya jejak arsitektur art deco di kawasan pusat kota. Yudi Dwi Ardian mengamati detailnya dari trotoar.
Yudi Dwi Ardian berhenti di depan sebuah bangunan di kawasan pusat kota. Fasadnya memakai garis tegas dan ornamen geometris. Jendelanya sempit, dengan kanopi datar.
Semarang memiliki sejumlah bangunan bergaya art deco dari awal abad ke-20. Gaya ini muncul di kantor, gedung pertemuan, dan rumah. Banyak yang masih berdiri, sebagian berubah fungsi.
Membaca detail
Yudi Dwi Ardian mengamati dari trotoar. Ia memperhatikan bentuk kusen, huruf pada papan nama, dan garis atap. Detail itu kecil, tetapi menunjukkan cara arsitek bekerja pada masanya.
Ia tidak masuk karena bangunan dipakai kantor. Cukup melihat dari luar sambil membaca catatan di ponsel.
Arsitektur dan kota
Menurut Yudi Dwi Ardian, art deco menarik karena lahir dari keyakinan pada kemajuan. Garisnya bersih, hampir seperti mesin. Namun bahan dan pengerjaannya tetap manual.
- Berdiri di trotoar, bukan badan jalan.
- Jangan menyentuh fasad.
- Hormati bangunan yang masih dipakai.
- Catat alamat sebelum melanjutkan.
Beberapa bangunan sejenis di sekitar sudah dicat ulang. Yang lain dibiarkan kusam. Perbedaan itu menunjukkan perawatan yang tidak merata.
Yang perlu dijaga
Yudi Dwi Ardian menilai bangunan tua mudah dianggap beban. Padahal bentuknya memberi karakter jalan. Jika dirawat, ia bisa dipakai untuk kantor atau usaha tanpa kehilangan wujud aslinya.
Ia melanjutkan langkah ke Jembatan Berok dan Stasiun Poncol. Profil Yudi Dwi Ardian ada di profil Yudi Dwi Ardian.
Fungsi baru
Beberapa bangunan yang Yudi Dwi Ardian amati sudah berganti fungsi. Ada yang menjadi kantor, ada yang menjadi tempat usaha. Perubahan itu membuat bangunan tetap terpakai.
Namun adaptasi perlu hati-hati. Papan nama besar dan pendingin udara bisa menutupi detail asli bila dipasang sembarangan.
- Amati bagian yang masih asli.
- Jangan memotret dari tengah jalan.
- Hormati pengguna bangunan.
Yudi Dwi Ardian mencatat bahwa pelestarian tidak berarti membekukan bangunan. Ia berarti memilih perubahan yang tidak menghapus karakter. Kota perlu aturan agar fasad lama tidak hilang di balik renovasi.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa itu art deco?
Gaya arsitektur awal abad ke-20 dengan garis geometris dan ornamen tegas.
Di mana bisa dilihat di Semarang?
Di beberapa bangunan pusat kota, terutama kawasan perdagangan lama.
Apakah bisa masuk?
Sebagian dipakai kantor; melihat dari luar sudah cukup.