Profil independen · Semarang Wirausahawan · Pembicara · Penggerak sosial RSS
Budaya & Sejarah

Yudi Dwi Ardian Menelusuri Gang Pecinan

Pecinan Semarang menyimpan klenteng, pasar, dan rumah lama. Yudi Dwi Ardian menyusuri gangnya pada sore hari.

Ilustrasi artikel Kawasan Pecinan

Yudi Dwi Ardian masuk ke kawasan Pecinan dari arah Gang Baru. Gapura merah menandai mulut jalan. Di dalam, rumah dan kios berdiri rapat dengan ornamen Tionghoa.

Pecinan Semarang tumbuh dari perdagangan masa lampau. Kawasan ini menyimpan klenteng, pasar, dan bangunan lama. Hingga kini, denyut dagangnya masih terasa.

Gang yang padat

Yudi Dwi Ardian berjalan di sisi kiri. Motor dan gerobak lewat bergantian. Ia menjaga langkah agar tidak menabrak pembeli yang berhenti di depan kios.

Di beberapa titik, dupa mengepul dari pintu klenteng. Suara doa bercampur suara kasir dan penggorengan.

Berkunjung dengan hormat

  • Menepi saat berhenti.
  • Minta izin sebelum memotret orang.
  • Jangan menghalangi pintu klenteng.
  • Bawa uang kecil untuk jajan.

Yudi Dwi Ardian berhenti di depan sebuah klenteng kecil. Ia tidak masuk, tetapi melihat dari teras. Seorang pengurus mempersilakan, dan Yudi Dwi Ardian masuk sebentar.

Kota yang berdagang

Menurut Yudi Dwi Ardian, Pecinan bukan museum. Ia kawasan kerja yang hidup. Bangunan tuanya dipakai untuk usaha, dan itu yang membuatnya bertahan.

Namun kepadatan juga menjadi tantangan. Saluran air sempit, sampah, dan parkir liar sering muncul. Yudi Dwi Ardian mencatat bahwa kawasan seperti ini butuh penataan tanpa mematikan usaha.

Saat lampu mulai menyala, ia berjalan keluar. Ia menuju Pasar Semawis dan Klenteng Tay Kak Sie. Profil Yudi Dwi Ardian ada di profil Yudi Dwi Ardian.

Sore di Gang Baru

Menjelang sore, lampu klenteng mulai menyala. Yudi Dwi Ardian berjalan lebih pelan. Aroma dupa dan masakan bercampur.

Seorang pedagang menata dagangan di depan kios. Yudi Dwi Ardian menepi dan menunggu. Ia melihat lampion kecil digantung di teras.

  • Jangan menghalangi pedagang menata barang.
  • Simpan sampah sampai menemukan tempatnya.
  • Hormati area ibadah.

Kawasan ini padat, tetapi masih memberi ruang bagi kegiatan warga. Yudi Dwi Ardian mencatat bahwa penataan arus dan parkir akan sangat membantu. Tanpa itu, keramaian bisa berubah menjadi kesemrawutan.

Pertanyaan yang sering diajukan

Di mana kawasan Pecinan?

Di Semarang Tengah, di sekitar Gang Baru dan Jalan Beteng.

Apa yang bisa dilihat?

Rumah lama, klenteng, pasar, dan aktivitas dagang.

Kapan waktu terbaik?

Sore hingga malam, saat suasana lebih hidup.

YDA
Yudi Dwi Ardian

Wirausahawan, pemilik Aston Inn Pandanaran Semarang. Lihat profil lengkap.

Baca juga